" Negeri Wayang " ilustrasi oleh: nemu di google.com
Puisi Negeri Para Bedebah Karya: Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah Orang baik dan bersih dianggap salah Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah Karena hanya penguasa yang boleh marah Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Usirlah mereka dengan revolusi Bila tak mampu dengan revolusi, Dengan demonstrasi Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan,
Ket: petani bodoh mempostingnya untuk memperingati satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 pemerintahan SBY - Boediono .. tidak untuk dikomersilkan, hanya berbagi untuk semua .. semoga memberi pencerahan dan inspirasi ..
" Anak Lapar " ilustrasi oleh: dari www.google.com
PUISI DOA ORANG LAPAR
Kelaparan adalah burung gagak Yang licik dan hitam Jutaan burung-burung gagak Bagai awan yang hitam
Allah ! Burung gagak menakutkan Dan kelaparan adalah burung gagak Selalu menakutkan Kelaparan adalah pemberontakan Adalah penggerak gaib Dari pisau-pisau pembunuhan Yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
Kelaparan adalah batu-batu karang Di bawah wajah laut yang tidur Adalah mata air penipuan Adalah pengkhianatan kehormatan
Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu Melihat bagaimana tangannya sendiri Meletakkan kehormatannya di tanah Karena kelaparan Kelaparan adalah iblis Kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
Allah! Kelaparan adalah tangan-tangan hitam Yang memasukkan segenggam tawas Ke dalam perut para miskin
Allah! Kami berlutut Mata kami adalah mata-Mu Ini juga mulut-Mu Ini juga hati-Mu Dan ini juga perut-Mu Perut-Mu lapar, ya Allah Perut-Mu menggenggam tawas Dan pecahan-pecahan gelas kaca
Allah! Betapa indahnya sepiring nasi panas Semangkuk sop dan segelas kopi hitam
Allah! Kelaparan adalah burung gagak Jutaan burung gagak Bagai awan yang hitam Menghalang pandangku Ke sorga-Mu ..
DARI KUMPULAN PUISI “SAJAK – SAJAK SEPATU TUA” (PUSTAKA JAYA – 1995)
SAJAK RAJAWALI
Sebuah sangkar besi Tidak bisa mengubah rajawali Menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langit Dan di dalam sangkar besi Rajawali merasa pasti Bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali Adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma Tujuh langit, tujuh rajawali Tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi memasuki sepi Memandang dunia Rajawali di sangkar besi Duduk bertapa Mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan Yang terjadi dari keringat matahari Tanpa kemantapan hati rajawali Mata kita hanya melihat matamorgana
Rajawali terbang tinggi Membela langit dengan setia Dan ia akan mematuk kedua matamu Wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka ..
SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA
Matahari terbit pagi ini Mencium bau kencing orok di kaki langit Melihat kali coklat menjalar ke lautan Dan mendengar dengung di dalam hutan
Lalu kini ia dua penggalah tingginya Dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini Memeriksa keadaan
Kita bertanya : Kenapa maksud baik tidak selalu berguna Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga Orang berkata : "kami ada maksud baik" Dan kita bertanya : "maksud baik untuk siapa?"
Ya! Ada yang jaya, ada yang terhina Ada yang bersenjata, ada yang terluka Ada yang duduk, ada yang diduduki Ada yang berlimpah, ada yang terkuras Dan kita disini bertanya : "maksud baik saudara untuk siapa? saudara berdiri di pihak yang mana?"
Kenapa maksud baik dilakukan Tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota Perkebunan yang luas Hanya menguntungkan segolongan kecil saja Alat - alat kemajuan yang diimpor Tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya
Tentu, kita bertanya : "lantas maksud baik saudara untuk siapa?" Sekarang matahari semakin tinggi Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya : Kita ini dididik untuk memihak yang mana? Ilmu-ilmu diajarkan disini Akan menjadi alat pembebasan Ataukah alat penindasan?
Sebentar lagi matahari akan tenggelam Malam akan tiba Cicak-cicak berbunyi di tembok Dan rembulan berlayar Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda Akan hidup di dalam mimpi Akan tumbuh di kebon belakang
Dan esok hari Matahari akan terbit kembali Sementara hari baru menjelma Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan Atau masuk ke sungai Menjadi ombak di samodra
Di bawah matahari ini kita bertanya : Ada yang menangis, ada yang mendera Ada yang habis, ada yang mengikis Aan maksud baik kita Berdiri di pihak yang mana!
(Jakarta, 1 Desember 1977)
Keterangan: Puisi-puisi WS. Rendra diposting kembali oleh ilalangmerah bukan untuk tujuan komersil, hanya untuk berbagi dan mengambil manfaatnya .. salam ..
" Butuh Kemenangan dan 'Kemenangan' " ilustrasi oleh: dari www.google.com
MENJADI PEMENANG Kepada: seluruh suporter sepak bola Indonesia
Ketika kita kalah dalam berbagai sendi kehidupan di negeri ini Saat kita menyerah dalam setiap pergulatan keinginan Waktu akhirnya kita dipecundangi bangsa sendiri
Dalam hukum Dalam ekonomi Dalam politik Dalam pembuatan KTP Dalam angkot Dalam bis Dalam pesawat Dalam rumah-rumah ibadah Dalam pemilihan ketua RT Dalam pendidikan Dalam kesehatan Dalam pekerjaan Dalam HAM Dalam debat terbuka Dalam diskusi tertutup Dalam menjadi manusia seutuhnya Dan dalam apa saja ..
Maka jadilah suporter sebuah klub sepak bola Dengan itu kita akan mempunyai alasan untuk membakar sebuah kota Dan itulah cara untuk merasa menjadi pemenang,
INI BERANDA KITA .. Bukan tempat untuk kita berbincang - bincang menjadi perusuh dan pembangkang, sekedar melepas lelah saja .. tentunya. Tapi, sambil menghirup segelas kopi kita bisa bertukar ide - semangat - cerita - dan harapan kita. Mari kawan, silahkan .. sebelum segelas kopi yang kita minum bersama menjadi dingin .. Salam!
" Tulislah .. jika tak kuasa menulis, maka bacalah .. kalau tak bisa membaca, maka dengarlah .. namun seandainya tak mampu mendengar, maka rasakanlah lewat pori-porimu .. (jika tangan, mata, telinga, & perasaanmu
tak satu pun bisa kau gunakan .. maka bagaimana kau akan bisa berbicara?) "