"Jika bukan karena nyala api yang membakarnya, maka aroma harum kayu gaharu takkan ada yang tahu .." : petanibodoh

Sabtu, 10 Mei 2008

Mengenang 10 Tahun Reformasi

Organisasi Intra Kampus
Sekilas Review: Sebuah Perebutan Kekuasaan dan Gerakan Perjuangan Mahasiswa



Ada yang menarik kalau kita mau mencermati sejarah gerakan mahasiswa Indonesia yang dikaitkan dengan keberadaan organisasi intra kampus sebagai pijakan langkah awal gerakan menuju keluar. NKK / BKK yang merupakan sebuah ‘alternatif’ hukum pemerintah untuk mengekang aktifitas independen mahasiswa telah berjalan dengan baik. Sistem organisasi yang menjadi ‘markas’ mahasiswa menggodok rumusan perjuangan telah menjadi gergaji yang memotong langkah mahasiswa itu sendiri.


Sistem BEM / BPM yang sekarang begitu diagung-agungkan mahasiswa sesungguhnya adalah jebakan yang membuai dari pemerintah. Sebutan atau penamaan organisasi dengan struktur yang dijejalkan sebagai prototipe negara adalah retorika yang mengkerdilkan organisasi dan (secara otomatis) perjuangan atau gerakan mahasiswa. Eksekutif jabatan presiden mahasiswa adalah eksekutif semu. Legislatif jabatan ketua BPM adalah legislatif semu. Alih-alih pembelajaran politik malah yang terjadi adalah konflik horizontal ditataran mahasiswa itu sendiri. Gerakan mahasiswa pun terkotak-kotak. Belum sampai berjuang mahasiswa bersama rakyat kekuatan sudah habis untuk ‘berseteru’ memperebutkan ‘kekuasaan semu’ didalam kampus.


Organisasi BEM / BPM sejatinya bukanlah media kebersamaan mahasiswa merapatkan barisan untuk perjuangan, tapi lebih kepada organisasi simulasi mahasiswa yang menjauhkan mahasiswa dari perannya di sistem sosial masyarakat luas. Memang benar, sebagai organisasi politik kampus BEM dan BPM sudah dikategorikan sehat. Ada kekuasaan disana (kekuasaan kelompok) dan ada oposisi serta pengawas. Namun perjuangan mahasiswa bukan kearah hal itu. Bisa ditebak kemudian, jika banyak kepentingan kontra perjuangan mahasiswa dapat masuk dengan mudah ke ranah mahasiswa. Penunggangan pihak lain terhadap mahasiswa merupakan hal yang sulit dihindari. Suara mahasiswapun tak lagi lantang dan taringnya perlahan tumpul. Retorika atas nama rakyat tinggal jargon-jargon yang dianggap angin lalu oleh penguasa.


Tidak ada kata lain, menurut ilalangmerah.blogspot.com, mahasiswa harus mulai sadar untuk mengembalikan dirinya sendiri ke trek yang semestinya. Wujudkan kembali organisasi intra kampus yang merupakan representasi mahasiswa tanpa kelompok. Mahasiswa adalah satu. Tidak perlu berandai-andai dengan pembelajaran politik karena tanpa disadari (mau tidak mau) pengalaman politik otomatis akan mahasiswa dapatkan jika sudah terjun dalam gerakannya secara bersama-sama dalam satu suara. Mahasiswa bukanlah ‘pengawas’ bagi mahasiswa lainnya dalam sebuah sistem simulasi. Mahasiswa adalah rekan juang rakyat, mitra kerja pemerintah dan birokrat kampus, sekaligus juga sebagai fungsi kontrol terhadap birokrat kampus dan pemerintah itu sendiri. Ingat.. Tanpa embel-embel eksekutif legislatif pun bukankah Dema (Dewan Mahasiswa) dulu telah melahirkan politikus-politikus yang handal? Tidak ada jabatan presiden di sana. Tidak ada sebutan Ketua Legislatif didalamnya. Namun hasil yang didapatkan jauh dari sekedar menyandang gelar eksekutif dan legislatif.


Rebut kembali hak mahasiswa untuk berorganisasi secara ‘bebas’ dan independen. Tolak segala bentuk intervensi birokrat kampus dan pemerintah dalam organisasi mahasiswa. Hanya dengan kebersamaan mahasiswa akan mendapatkan kekuatan dan dengan kekuatan itulah mahasiswa akan bisa terus melanjutkan perjuangan. Hingga sampai dengan saat ini? NKK / BKK dengan bentuk-bentuk organisasi yang dirunutnya adalah kubangan fatamorgana yang menyesatkan.



*Mantan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) periode 2005 / 2006
Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Padjadjaran




Ketika Telah Satu Dasawarsa



Kami masih ingat berita itu sepuluh tahun lalu
Kami masih mencium aroma darahmu yang sepuluh tahun lalu
Kami masih merasakan panas api itu setelah sepuluh tahun lalu
Kami masih ingat ..


Bendera yang dulu itu masih coba kami kibarkan
Panji-panji yang dulu tetap coba kami tegakkan
Mungkin dengan sisa-sisa semangat yang telah engkau wariskan
(mungkin) menjadi kata yang kini membuat kami malu ..


Tragedimu telah menjadi sejarah pemerintah
Yang masih membuat kami luka ..
Reformasimu adalah bara
Yang kini kami coba nyalakan kembali ..


Bersama rakyat yang tetap mengenangmu
Kami tetap bersiap jika harus kembali ke jala
Yang masih menyisakan goresan pantulan
Peluru yang menembus jantungmu


Abang .. Saudara .. Kawan ..
Penguasa itu masih menyangka engkau telah mati
Padahal tidak ada yang mati karena engkau masih setia digaris depan
Memberikan komando dan tangan dikepal menjulang


Sumpah Mahasiswa dan Rakyat Indonesia ..
Kami Mahasiswa dan Rakyat Indonesia bersumpah
Bertanah air satu .. Tanah air tanpa penindasan
Kami Mahasiswa dan Rakyat Indonesia bersumpah
Berbangsa satu .. Bangsa yang gandrung akan keadilan
Kami Mahasiswa dan Rakyat Indonesia bersumpah
Berbahasa satu .. Bahasa tanpa kebohongan .. “


Hidup rakyat .. hidup rakyat ..
Suaramu adalah juga suara kami
Menjulang kami masih mengangkat tangan kiri ..



Bandung, 12 Mei 2008
Mengenang para korban Semanggi 1 dan 2 serta penembakan Trisakti
Dalam ingatan 10 tahun Reformasi 1998 - 2008




---000---

Tidak ada komentar: